‘Waka Waka’ Penyihir Dunia

4 Juli 2010
Waka Waka Penyihir Dunia

Waka Waka

Sebulan penuh, sejak tanggal 11 Juni 2010 hingga 12 Juli 2010 (nanti), dunia tiba-tiba tersihir oleh untaian kosa kata ‘Waka Waka’. Tak hanya si pria, namun si perempuan-perempuan juga tak kalah kranjingan tentang pagelaran wayang Waka Waka di Kelir Pentas Dunia Jabulani dari Afrika paling pol kidul.

Ada berjuta nuansa di situ. Rasa gemas, penasaran, mangkel, senang, gregetan, penciringan, gembira ria, sedih, tawa, dan tangis dari segenap lapis dan strata manusia di seantero bumi, termasuk bumi Indonesia (walau Indonesia berpartisipasi nonton, berkomentar, dan jual jasa pemberitaan saja).

Nah, untuk ikut berlatah-latah ke Afrika Selatan tersebut, marilah kita nyanyikan bersama-sama sebuah lagu yang tengah menyihir dunia, lagu tema Piala Dunia yang dikomandangkan oleh Shakira sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »

Sebuah Renungan Buat Para Caleg Yang Gagal

9 April 2009

Sebuah Renungan Buat Para Caleg Yang Gagal

water-lilies
ditulis oleh: Ki Dhalang Sulang
Pada kategori: Budaya, Seni Budaya, Dunia Hiburan

Malam ini, Rabu tanggal 8 April 2009, pukul 23.55, sebuah renungan buat para Caleg yang gagal mulai ditorehkan di sini. Ini artinya lima menit lagi sudah memasuki hari yang amat mendebarkan bagi Anda semua, Kamis tanggal 9 April 2009. Sebentar lagi telah memasuki awal dari “Hari Mencontreng Nasional”, atau “Hari Pileg Nasional”, atau “Hari Dheg-dhegan Caleg Nasional“, dan atau hari apalagi tentang Pemilu kali ini.

Pada sisa malam ini hingga dini hari atau bahkan pagi nanti, saya yakin Anda tak mudah untuk terlelap tidur. Saya pun membayangkan apa yang tengah berkecamuk di benak Anda. Rasa yang mungkin campur baur untuk membayangkan, memikirkan, mengharapkan, mengkhawatirkan nasib Anda besok pagi. Untuk itu saya menghimbau agar Anda meluangkan sedikit waktu untuk melepaskan segala beban hati dan fikiran Anda, agar bisa istirahat walau cuman sejenak. Hal ini amat penting buat mengumpulkan energi Anda untuk kepentingan besok. Tetapi saya cukup yakin kalau himbauan saya ini sangat sulit untuk Anda lakukan. Baca entri selengkapnya »

Budaya “Mantu” A-la Gus Mus

22 Maret 2009

Budaya “Mantu” A-la Gus Mus

gusmusnetKH Ahmad Mustofa Bisri

Ditulis oleh: Ki Dhalang Sulang

Pada Kategori: Seni Budaya, Dunia Wayang, Hiburan

Sosok Kyai “Nyeleneh”

Gus Mus, nama panggilan akrab sesosok Kyai yang juga budayawan dari Rembang Jawa Tengah, beliaulah KH Ahmad Mustofa Bisri. Pemimpin dan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren “Roudlotuth Tholibin” yang berada di Kelurahan Leteh Kecamatan Kota Rembang Kabupaten Rembang ini, sangat sering disebut seorang Kyai yang “nyeleneh” atau lain dari pada yang lain. Hal ini nampak pada model kehidupan Gus Mus, mulai dari gaya mengajar di pondoknya, gaya ceramah, menulis, bahkan melukis yang memang mempunyai karakteristik beda dengan yang lain. Menurut Gus Mus (yang terus terang mengakui “nyeleneh”) seseorang boleh bertindak “nyeleneh” asalkan punya tujuan positif demi untuk membangun dan meningkatkan kemaslahatan ummat.

Baca entri selengkapnya »

Sebuah Angan-angan Tentang Pelestarian Wayang

4 Maret 2009

Sebuah Angan-angan Tentang Pelestarian Wayang

Kayon Solo (Kreasi Ki Demang)

Kayon Solo (Kreasi Ki Demang)

Ditulis oleh: Ki Dhalang Sulang

Pada Kategori : Seni Budaya, Dunia Wayang, Hiburan

Wayang adalah salah satu warisan budaya luhur nenek moyang kita bangsa Indonesia. Hal ini tidak saja diakui, dirasakan, dan dilakukan oleh pecinta wayang di bumi Nuswantara, akan tetapi juga sudah diakui oleh masyarakat sejagad.

Baca entri selengkapnya »

CRITA CEKAK : ” LINTAH-LINTAH”

8 Februari 2009

penulis:

Crita cekak (Cerpen berbahasa Jawa: pen) di bawah ini telah dimuat pada Majalah Mingguan “Panyebar Semangat” Nomor:12, Tanggal 12 Maret 2004. Atas desakan dari beberapa sahabat blogger Indonesia, maka crita ini ditampilkan kembali dalam blog ini, sesuai dengan aslinya tanpa penyuntingan sama sekali kecuali hanya pembetulan salah tulis (cetak) Salah satu pertimbangan pemostingan cerita ini antara lain pernah dijadikan objek diskusi oleh para dosen Fakultas Sastra Jurusan Sastra Jawa UNY (Yogyakarta) dan

UNESSA (Surabaya). Penulis sendiri tidak tahu apa pertimbangan beliau-beliau, hingga cerita ini dijadikan objek diskusi. Sedangkan menurut penulis sendiri, cerita di bawah ini adalah cerita sederhana dan biasa-biasa saja. Namun untuk menyebut suatu karangan tergolong pada sastra ada bukan sastra, bagus atau tidak, mutu atau kacangan, kesemuanya kembali pada hak prerogatif pembaca. Penulis juga mohon maaf kepada para pembaca yang belum menguasai bahasa Jawa. Dan hanya satu tujuan penulis, berbagi hiburan bagi sesama teman dan sahabat. Selamat menikmati (Ki Dhalang Sulang).

Lintah-Lintah

tangan-dan-lintah-lintah1

dening : Masjup (a.k.a. Ki Dhalang Sulang)

Bardi mlebu omahe setengah mlayu karo nggawa kepis cilik kebak urang. Karemane nggogo urang kali kuwi jare minangka warisan saka embahe lanang sing wis nyuwargi, yakuwi Mbah Gariman, sing biyen dijuluki “Mbah Gariman Urang”, amarga pancen jago nggogo urang kali. Jebul kabisan kuwi tumurun marang Bardi, putune. Ora ana sing muruki, ngerti-ngerti Bardi prigel banget nggogo urang. Sanadyan lagi umur las-lasan dheweke wis misuwur dadi tukang ngentekake urang kali ing kampunge.

Baca entri selengkapnya »

Cerita Pendek

23 Januari 2009

images

(Pengantar : Cerita di bawah ini aslinya ditulis dalam bahasa Jawa dengan judul “Nyaur”, dan pernah dimuat di media massa berbahasa Jawa “Panyebar Semangat” tahun 1977. Saat itu penulis menggunakan nama samaran Daeng Palengrong. Cerita ini pernah diangkat sebagai cerita pilihan versi RRI Semarang pada tahun yang sama Pada blog ini, cerita dengan judul tersebut di atas ditulis kembali dengan menggunakan bahasa Indonesia. Namun perlu diketahui berhubung penulis tidak mempunyai arsip dokumen sama sekali, maka penulisan kembali cerita ini hanya berdasarkan ingatan penulis belaka. Apabila terdapat ketidaksamaan baik para tokoh, latar, maupun alur cerita antara cerita “Nyaur” dengan cerita “Sang Pemburu” di bawah ini, para pembaca harap maklum adanya). Baca entri selengkapnya »

Membangkitkan Daya Hidup Lewat Kata-Kata

9 Januari 2009

953616987_5a2b3fcf80

Teks: Ki Dhalang Sulang

Pemikiran yang ingin memunahkan kehidupan harus dilawan, sebab perjuangan itu pelaksanaan dari kata-kata, bahwa kata-kata itu sendiri adalah pikiran dan tenaga yang membangkitkan daya hidup.

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.